Lombok - Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan, pembangkit listrik yang di-groundbreaking dan diresmikan dapat menyerap cukup banyak tenaga kerja.Adapun, proyek PLTU Lombok Timur yang diresmikan telah menyerap 37.000 pelanggan baru, yang siap menikmati listrik dari PLN. Saat ini, sistem kelistrikan Lombok sebesar 299 MW dengan beban puncak tertinggi sebesar 227 MW dan
KEBERADAAN minimarket di Indonesia telah menumbuhkan banyak usaha kecil menengah UKM. Selain itu, dengan banyaknya gerai minimarket yang dibangun, tidak sedikit tenaga kerja yang bisa diserap. Saat ini Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia Aprindo memiliki 150 pengusaha. Semua memiliki outlet atau gerai minimarket seperti Indomaret, Alfamart, Ceria Mart, dan sejenisnya. Dari seluruh minimarket itu, 35% dimiliki oleh personal atau waralaba pribadi. Ketua Umum Aprindo Pudjianto mengatakan , Aprindo telah berusia 20 tahun, sudah banyak yang dilakukan oleh asosiasi ini dalam mengadvokasi para peritel, bekerja sama dengan pemerintah, hingga mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan dunia usaha, khususnya peritel. Namun, perkembangan saat ini justru lebih kompleks dibandingkan 20 tahun silam. Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, peran peritel yang makin kuat, serta masuknya peritel asing ke Indonesia yang berlangsung cukup masif dalam lima tahun terakhir ini jelas tantangan yang tidak mudah. “Pertumbuhan ritel berjaringan hingga toko independen yang tersebar di pelosok Tanah Air pantas untuk disyukuri. Satu ritel kecil saja bisa membuka puluhan lapangan pekerjaan, belum dampak lanjutannya bagi para produsen dan pemasok, pedagang kecil ikut berjualan di sekitar toko,” ujar Pudjianto. Karena itu, ritel sebenarnya bukanlah entitas bisnis yang dikerjakan oleh para pengusaha besar. Ritel juga milik para pelaku usaha kecil dan menengah. Bila dulu peritel besar dan pedagang usaha kecil menengah sering dibenturkan, kini paradigma itu perlahan mulai mencair. Sebab, pada dasarnya peritel punya tujuan yang sama yakni mencari rezeki dengan asas persaingan yang sehat. Tidak ada semangat untuk menjegal apalagi mematikan kelompok lain. “Justru, semangat saling bekerja sama itu yang harus ditumbuhkan dan kini terus diperjuangkan oleh para pengurus Aprindo,” katanya. Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Alfamart Hans Prawira mengatakan, perseroan sebagai pengelola minimarket Alfamart dan Alfamidi telah menjalankan program pemberdayaan pedagang kecil atau usaha mikro kecil menengah UMKM. Tanggung jawab sosial perusahaan dijalankan melalui Program Outlet Binaan Alfamart Alfamidi OBA yang diwujudkan dalam bentuk binaan terhadap warung tradisional yang berada di sekitar toko Alfamart dan Alfamidi. “Visi perusahaan kami Ingin menjadi jaringan distribusi ritel terkemuka yang dimiliki masyarakat luas dan berorientasi pada pemberdayaan pengusaha kecil. Dalam hal ini perusahaan ingin berperan membantu pemerintah dengan memberdayakan UMKM di Indonesia,” katanya. Hans menyampaikan, selama ini pihaknya memberikan pelatihan manajemen ritel kepada UMKM, menyuplai produk dengan harga yang kompetitif pada pemilik warung tersebut, hingga memberikan kesempatan pada masyarakat luas untuk menjadi pemasok maupun mengajak berjualan di sekitar toko dengan memanfaatkan space yang ada. “Pemberdayaan warung tradisional telah dijalankan perusahaan lebih dari 8 tahun, dan kini anggota OBA telah tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Lombok dengan jumlah anggota yang terus bertambah,” papar Hans. Menurut anggota Komisi VI DPR Hendrawan Supratikno, selain banyak menyerap tenaga kerja, ritel modern lokal juga mampu menumbuhkan pewaralaba dan wirausahawan baru yang terlatih dan memahami prinsip-prinsip mekanisme pasar. Prinsip waralaba yang mengembangkan usaha dengan cepat serta memiliki standardisasi mampu memberikan pengalaman yang baik untuk menjadi wirausahawan. “Pembinaan terhadap UMKM oleh minimarket juga sebagai sebuah komitmen, dengan membantu pedagang tradisional menjadikannya mitra. Berbagai pelatihan juga diberikan kepada mereka seperti manajemen penyediaan barang, keuangan, “ jelasnya. Pengamat perkotaan Yayat Supriatna menjelaskan, pemerintah daerah, khususnya DKI Jakarta, telah menentukan agar minimarket yang beroperasi mengakomodir UKM, baik dari sisi penjualan produk ataupun yang terkait dengan penyediaan tempat agar UMKM bisa berjualan. “Kalau mau berinisiatif menjalin kerja sama, tentu akan bermanfaat bagi UMKM. Tapi sepertinya, belum banyak yang kelihatan,” safutra/ Robi ardianto/Hermansahftr› Ekonomi›Penyerapan Tenaga Kerja... Investasi di sektor prioritas harus dipastikan menciptakan lapangan kerja yang berkualitas serta menyerap tenaga kerja lokal. Maka, sumber daya manusia setempat perlu disiapkan sebaik mungkin. OlehAGNESTHEODORA/DEFRI WERDIONO/PANDU WIYOGA 4 menit baca KOMPAS/ADITYA PUTRA PERDANA Suasana bangunan PT Master Kidz Indonesia yang memproduksi mainan anak, di Kawasan Industri Kendal yang berstatus Kawasan Ekonomi Khusus KEK, di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, 3 September KOMPAS — Pemerintah perlu memastikan investasi di sektor industri prioritas menyerap tenaga kerja dari dalam negeri sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi berkualitas. Seiring dengan hal itu, upaya transformasi di sektor manufaktur perlu dibarengi pembangunan sumber daya manusia serta penciptaan lapangan kerja layak dan data Kementerian Investasi, capaian realisasi investasi di sektor jasa tersier masih mendominasi sepanjang semester I-2021 dengan nilai Rp 218,8 triliun, setara 49,4 persen dari total investasi Rp 442,8 triliun. Adapun investasi di sektor manufaktur Rp 167,1 triliun atau 37,8 persen dari total nilai investasi. Investasi di sektor industri pengolahan itu terus turun sejak 2017 dan lebih banyak berasal dari investor asing ketimbang investor domestik. Pada semester I-2021, sebesar Rp 442,8 triliun investasi yang masuk menyerap pekerja. Meski meningkat ketimbang tahun lalu, tren tingkat serapan tenaga kerja dari investasi terus menurun dibandingkan dengan periode mendongkrak investasi, pemerintah menetapkan empat sektor prioritas. Pertama, industri padat karya berorientasi ekspor, yaitu sektor farmasi dan alat kesehatan, otomotif, serta elektronik. Kedua, industri energi baru dan terbarukan. Ketiga, infrastruktur. Keempat, pertambangan yang menciptakan nilai tambah hilirisasi.KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Proyek pembangunan pabrik pada salah satu lahan di kawasan industri di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, 17 April Juga Atasi Persoalan Dasar, Cegah DeindustrialisasiDirektur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia Mohammad Faisal, Senin 4/10/2021, mengatakan, investasi sektor prioritas harus dipastikan menciptakan lapangan kerja berkualitas dan menyerap tenaga kerja lokal. Maka, sumber daya manusia SDM setempat perlu disiapkan. Ia mencontohkan, jika Batang, Jawa Tengah, hendak dijadikan pusat industri baterai, SDM lokal disiapkan lewat pendidikan vokasi dan fasilitas balai latihan tenaga perlu pula tegas terhadap investor. Hendaknya ada disinsentif bagi pelaku industri yang tak mempekerjakan SDM domestik. ”Perbedaan sedikit keterampilan dijembatani lewat transfer teknologi. Jangan biarkan investor mengambil jalan pintas, mempekerjakan pekerja negara asal,” Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Imam Soejoedi mengatakan, investasi manufaktur yang bersifat padat karya semakin menyusut. Kian banyak pelaku usaha memilih berinvestasi di sektor-sektor jasa yang bersifat padat investasi di sektor manufaktur bertumbuh, investor cenderung memilih investasi padat teknologi. ”Kami akui ada pengurangan serapan tenaga kerja walaupun secara value, nilai investasi di manufaktur masih tinggi,” ujar RACHEV - BIRO PERS SEKRETARIAT PRESIDEN Seorang karyawan berkerja mengawasi proses produksi saat Presiden joko Widodo meninjau ruangan pabrik dalam Peresmian Hot Strip Mill 2 PT Krakatau Steel Persero Tbk, di Kota Cilegon, Provinsi Banten, 21 September yang ditawarkan pemerintah, mendorong investor besar berkolaborasi dengan industri kecil menengah IKM serta usaha mikro, kecil, dan menengah UMKM lokal yang menyerap banyak tenaga kerja. IKM dan UMKM itu harus diikutsertakan dalam rantai pasok industri Surabaya, Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Wilayah Jawa Timur Tony Hernanto menilai, pelaku usaha lebih mudah merealisasikan hilirisasi di kawasan industri. Hingga kini, di provinsi itu ada 11 kawasan industri, antara lain di Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, hilirisasi berkembang, antara lain, karena ada smelter PT Freeport Indonesia di Gresik. Perusahaan manufaktur hilir bisa mendapat akses bahan baku langsung dari smelter ini. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengharapkan smelter tersebut bersinergi dengan industri President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama, banyak produk hilirisasi yang bisa digarap, terutama menumbuhkan pabrik yang kelak memanfaatkan hasil pemurnian smelter di Kawasan Ekonomi Khusus KEK Gresik/JIIPE dan PT Smelting di diresmikan pada Juni silam dan memiliki lima kluster, yakni logistik dan industri pendukung, metal, kimia, elektronik, serta Patria Gupta Aktivitas bongkar muat berlangsung di Java Integrated Industrial and Port Estate JIIPE, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, 3 September Juga Pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus Perlu Lebih SpesifikDi KEK Galang Batang, Kepulauan Riau, industri utama ialah smelter-grade alumina refinery PT Bintan Alumina Indonesia BAI. Pabrik pengolahan bauksit itu ditargetkan mengekspor 2 juta ton alumina per tahun mulai 2027. Realisasi investasi di KEK Galang Batang Rp 17 triliun dan realisasi penyerapan tenaga kerja orang, dengan 20 persen di antaranya teknisi dari Direktur Utama PT BAI Santoni, di tengah lonjakan kebutuhan listrik, pembangunan PLTU di Galang Batang terhambat akibat komitmen RI mengurangi emisi gas rumah kaca. Pembangkit listrik yang ada hanya memproduksi 80 megawatt. Pada 2022, kapasitas ditambah jadi 160 MW, masih jauh dari kebutuhan awal MW.Usahausaha yang dikembangkan menambah heterogenitas usaha di Indonesia. Masyarakat menjadi kreatif dalam mengembangkan jenis usaha. · Kedua, menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja. Ketika entrepreneur membuka usaha, berarti membuka langkah untuk mengurangi proporsi pengangguran dan pelamar kerja.
Perhatikan pertanyaan berikut! 1. Usaha kecil menyerap banyak tenaga kerja 2. Pemerataan dalam distribusi pembangunan 3. Pemerataan dalam distribusi pendapatan 4. Usaha maju menyerap banyak tenaga kerja 5. Pemerataan dalam pelaksanan pembangunan 6. Pemerataan dalam komsumsi pendapatan Dari pernyataan di atas, yang termasuk alasan pengembangan usaha kecil adalah... Pilih salah satu a. 4,5,6 b. 1,2,3 c. 2,4,6 d. 1,3,5
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM adalah peluang untuk lapangan pekerjaan serta berperan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM ialah pelaku usahanya merupakan dari masyarakat yang mempunyai usaha kecil maupun menengah. Karena Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM menjadi alternatif untuk menyerap banyak tenaga kerja maka dalam hal ini Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM bisa saja mengurangi tingkat pengangguran suatu wilayah maupun sumber daya manusia MSDM merupakan manajemen tentang tenaga kerja baik di organisasi maupun di perusahaan. Tenaga kerja memang di butuhkan oleh organisasi maupun perusahaan sehingga dalam medapatkan tenaga kerja memerlukan rekrutment, seleksi, penilaian dan kompensasi. UMKM adalah usaha ekonomi produktif yang dijalankan oleh individu atau badan usaha yang berukuran kecil. Sehingga UMKM dapat disimpulkan sebagai usaha ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Di era saat ini sangat penting MSDM dalam meningkatkan strategi UMKM karena harus bersaing dalam meningkatkan UMKM yang dimiliki agar dapat bersaing dan tidak tertinggal dengan pelaku UMKM yang lainnya. Pelaku UMKM harus bisa menghasilkan produk yang lebih unggul dan menarik. Maka dari itu kualitas SDM merupakan modal yang memiliki kedudukan penting dalam suatu organisasi. Menurut Atmaja & ratnawati, 2018 kualitas SDM karyawan mengacu pada 1. Pengetahuan knowledge yaitu penguasaan ilmu dan teknologi yang diperoleh melalui proses pembelajaran serta pengalaman 2. Keterampilan skill untuk memanipulasi suatu objek secara fisik, 3. Kemampuan abilities yaitu sikap untuk mengerjakan tugas dalam berwirausaha juga mempengaruhi kualitas suatu SDM. Dalam menciptakan produk unggul dan menarik perlu adanya proses SDM yaitu rekrutmen, seleksi, Arifin & Haryanto, 2021 Proses Rekrutmen adalah proses untuk mencari atau mengajak dan menetapkan beberapa orang sebagai calon tenaga kerja dengan karakteristik tertentu seperti yang telah ditetapkan dalam perencanaan sumber daya manusia. Apabila menjadi pelaku usaha UMKM ketika mengadakan rekrutmen untuk mencari tenaga kerja bisa menggunakan sosial media, sehingga orang lain yang ingin mendapatkan tenaga kerja dan sesuai dengan bidangnya bisa mendaftarnya dengan mencamtumkan kontak yang bisa di hubungi tersebut. Jika rekrutmen di kaitkan dengan pengguna internet maka pelaku usaha untuk mendapatkan tenaga kerja bisa melalui internet bisa membuat akun sosial media terlebih dahulu lalu pasang iklan untuk menarik para pencari dalam mencari tenaga kerja di UMKM bidang manapun harus mempunyai pertimbangan terlebih dahulu. Apabila sudah mempertimbangkan maka menyeleksinya sesuai dengan bidang yang akan di berikan kepada calon tenaga kerja tersebut. Setelah selesai menyeleksi melakukan penilaian, pada saat calon tenaga kerja tersebut sudah sesuai dengan apa yang di butuhkan dan penilainnya juga maka di nyatakan terima calon tenaga kerja tersebut. Setelah di terima tenaga kerja tersebut diberikan sebuah tanggung jawab atau tugas untuk di dalam UMKM sendiri yaitu melatih pelaku UMKM untuk bisa beradaptasi dalam segala perubahan kondisi lingkungan. apabila pelaku UMKM tidak beradaptasi dengan kondisi lingkungan usahanya akan mengalami kerugian . pelaku UMKM harus bisa beradaptasi agar usahanya agar tetap berjalan dengan lancar. maka pentingnya pelatihan untuk pengembangan tenaga kerja sangat penting agar menambah wawasan dalam menjalankan usaha yang di kerjakan. Sehingga pelaku UMKM untuk bisa bersaing maka menggunakan internet sehingga bisa bersaing juga dengan produk produk luar negeri. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya2003. Penyebabnya, IKM khususnya usaha mikro dan sektor pertanian (yang banyak menyerap tenaga kerja), memiliki produktivitas yang sangat rendah. Bila upah minimum dijadikan parameter untuk mengukur produktivitas maka upah rata-rata di usaha mikro dan kecil umumnya berada dibawah upah minimum. Ilustrasi Alasan Usaha Kecil Menengah perlu Dikembangkan. Foto Nguyen VinhAlasan mengapa usaha kecil menengah UKM perlu dikembangkan salah satunya adalah membantu negara memperluas lapangan kerja. Dengan adanya lapangan kerja, pendapatan per kapita akan semakin meningkat dan berdampak pada pendapatan negara. Untuk mengetahui alasan lainnya mengapa usaha kecil menengah perlu dikembangkan, simak jawaban dan pembahasan lengkapnya di artikel Berita Bisnis isiMengapa Usaha Kecil Menengah Perlu Dikembangkan? Ini Alasannya 1. Menyerap Tenaga Kerja 2. Meratakan Distribusi Pembangunan3. Meratakan Distribusi Pendapatan Faktor Penghambat Pertumbuhan UKM di Indonesia 1. Finansial Keuangan2. Manajerial Keahlian Manajemen3. Ekonomi dan Teknologi4. Kompetisi5. InfrastrukturMengapa Usaha Kecil Menengah Perlu Dikembangkan? Ini Alasannya Ilustrasi Alasan Usaha Kecil Menengah perlu Dikembangkan. Foto LopesMengutip jurnal Membangun Daya Saing UKM dalam Perekonomian Nasional oleh Darwanto, terdapat beberapa alasan kuat mengapa usaha kecil dan menengah perlu dikembangkan di Indonesia. Alasan tersebut meliputi 1. Menyerap Tenaga Kerja Sebanyak 96,92 persen tenaga kerja berasal dari UMKM. Menurut Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia saat mengkuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin 6 Februari 2023, serapan tenaga kerja pada sektor usaha mikro kecil dan menengah UMKM pada 2022 mencapai perkembangan usaha kecil menengah akan menimbulkan dampak positif terhadap peningkatan jumlah tenaga kerja dan pengurangan jumlah kemiskinan. 2. Meratakan Distribusi PembangunanLokasi UKM umumnya terdapat di perdesaan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Perkembangan UKM yang baik dapat mendorong pemerataan dalam distribusi pendapatan maupun pemerataan pembangunan, sehingga akan mengurangi diskriminasi spasial antara kota dan desa. 3. Meratakan Distribusi Pendapatan UKM sangat kompetitif dengan pola pasar hampir sempurna, tidak ada monopoli dan mudah dimasuki barrier to entry. Pengembangan UKM yang melibatkan banyak tenaga kerja pada akhirnya akan mempertinggi daya beli. Hal ini terjadi karena pengangguran berkurang dan adanya pemerataan pendapatan yang pada gilirannya akan mengurangi angka Penghambat Pertumbuhan UKM di Indonesia Ilustrasi Alasan Usaha Kecil Menengah perlu Dikembangkan. Foto Nguyen VinhMenurut Chandra dan Ardianti dalam jurnal Faktor-Faktor Penghambat Pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil pada Sektor Formal dan Informal di Jawa Timur, terdapat kendala dalam menjalankan usaha, terutama usaha kecil dan menengah. Berikut beberapa di antaranya1. Finansial KeuanganSemua bisnis memerlukan sumber daya keuangan untuk memulai suatu usaha dan untuk membiayai pertumbuhan usahanya. Kurangnya akses atau ketersediaan dapat menjadi kendala dalam pertumbuhan Manajerial Keahlian ManajemenKompetensi manajerial merupakan gabungan dari pengetahuan, kemampuan, perilaku, dan sikap yang dipakai dalam bekerja secara efektif. Kurangnya pengalaman manajerial dan keterampilan adalah alasan utama mengapa perusahaan baru gagal menjalankan usahanya. 3. Ekonomi dan TeknologiFaktor ekonomi memiliki pengaruh langsung pada potensi daya tarik dari berbagai strategi dan pola konsumsi dalam perekonomian. Hal itu pula yang memiliki efek signifikan terhadap organisasi di berbagai industri dan di berbagai lokasi. Teknologi adalah hal yang sangat dibutuhkan semua orang pada masa kini. Namun usaha kecil menengah yang tak memiliki akses permodalan akan sulit membeli teknologi yang diperlukan. Hal tersebut dapat menjadi sebuah hambatan bagi para pengusaha untuk bertahan dan KompetisiDalam pertumbuhan usaha, persaingan adalah hambatan besar yang patut diperhitungkan. Dengan mudahnya pemain baru untuk masuk ke persaingan usaha, kesamaan barang yang dijual dan bersaing dengan pesaing lebih besar dapat menghambat pertumbuhan usaha bagi usaha kecil dan InfrastrukturKualitas infrastruktur dapat memengaruhi prospek pertumbuhan UKM, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Negara-negara berkembang disebut menderita karena keadaan infrastruktur dasar seperti transportasi, telekomunikasi dan listrik. Selain itu, biaya regulasi juga dapat berdampak pada pertumbuhan UKM. Apa dampak positif dari pemerataan pendapatan dan pembangunan?Apa alasan utam perusahaan rintisan gagal dalam usahanya?Apa yang dimaksud kompetensi manajerial?
Seiringdengan peningkatan jumlah usaha UKM, maka turut meningkatkan jumlah tenaga kerja yang diserap. Pada tahun 2005, jumlah tenaga kerja yang diserap UKM sebanyak 83,2 juta jiwa kemudian meningkat pada tahun 2006 menjadi sebanyak 85,4 juta jiwa. UKM menyerap 96,18 persen dari seluruh tenaga kerja di Indonesia (BPS, 2007).Adapunpenyebab utama dari pengangguran struktural yaitu 1. Perkembangan teknologi Sebelum industri berkembang jumlah tenaga kerja lebih banyak dibutuhkan karena aktifitas produksi digunakan secara manual oleh tenaga kerja, namun ketika mesin yang lebih canggih ditemukan maka tenaga kerja akan berkurang karena tenaga digantikan oleh mesin. 18 2. Agroindustriminuman sari buah apel mempunyai potensi untuk dikembangkan dan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak yang diharapkan mampu apel di Koperasi Usaha Mandiri Lestari Makmur layak untuk dikembangkan. Kata kunci: Agroindustri Minuman Sari Buah Apel, Total Biaya, Penerimaan dan FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA USAHA TERNAK AYAM RAS PEDAGING DI KABUPATEN PASURUAN NOVI ITSNA HIDAYATI masih sangat prospek untuk dikembangkan. Populasi ayam ras pedaging hampir disemua daerah mengalami kenaikan, hal ini produktivitas tenaga kerja yang paling banyak adalah 105 - 179,7 dengan .